Gochujang dan Aneka Bumbu Khas Korea yang Perlu Kamu Tahu!

Boyband hingga drama Korea semakin mendunia. Banyak penggemar yang tak hanya menikmati akting dan penampilan mereka di panggung saja, tapi mulai mempelajari budayanya termasuk makanannya. Kudapan seperti tteokbokki hingga bumbu gochujang kini sudah tak lagi asing di telinga.

Apakah kamu salah satu penggemar makanan Korea? Jika iya, tak ada salahnya mengenal lebih dalam tentang bumbu khas Korea yang kini sedang hits. Tak hanya gochujang, ada beberapa bumbu khas Korea yang tak kalah populer. Bumbu-bumbu ini jadi bahan dasar pembuatan banyak makanan Korea seperti ramyun, tteokbokki, dan jjangmyeon. Yuk, kita ulas satu per satu!

1. Gochujang

gochujang dalam wadah kaca
Gochujang, pasta cabai Korea untuk berbagai hidangan pedas. (Foto: Shutterstock)

Dimulai dari bumbu yang paling populer dulu, ya. Gochujang memang paling sering disebut-sebut dalam resep hidangan Korea. Pasta cabai ini terbuat dari fermentasi kacang kedelai, cabai, garam, dan tepung beras ketan.

Gochujang yang difermentasi alami bisa tahan lama. Kamu bisa menyimpannya hingga satu tahun, lho, di kulkas. Meski warnanya merah pekat, pasta cabai Korea ini punya cita rasa manis. Ada banyak makanan Korea yang menggunakan gochujang, mulai dari kimchi, bibimbab, dan tteokbokki.

2. Chunjang

Beralih ke pasta yang berwarna hitam pekat bernama chunjang. Bumbu Korea ini terbuat dari kacang kedelai berwarna hitam dan bercita rasa manis dan gurih. Chunjang juga memiliki aroma yang khas. Makanan Korea yang populer menggunakan chunjang adalah jjangmyeon. Ya, mie berwarna hitam pekat ini sering sekali hilir mudik di drama Korea. Cita rasanya manis dengan tambahan rasa gurih dari bawang bombay dan daging sapi.

3. Doenjang

Doenjang dalam mangkok kecil dengan kacang kedelai berhamburan di sekitarnya.
Doenjang, pasta kacang kedelai untuk hidangan Korea. (Foto: Shutterstock)

Sedikit berbeda dengan chunjang, doenjang merupakan bumbu Korea yang terbuat dari kacang kedelai putih. Warnanya cokelat tua. Cita rasanya asin, sedikit asam, dan gurih. Pasta kacang kedelai ini mirip dengan taoco di Indonesia dan miso di Jepang dengan aroma yang menyengat. Aroma tersebut berasal dari fementasi yang dilakukan berhari-hari.

Dalam pembuatan tradisionalnya, doenjang bisa difermentasi hingga bertahun-tahun, bahkan jadi warisan keluarga, lho! Pasta kedelai ini cocok dijadikan bahan makanan berkuah seperti sup doenjang jjigae.

4. Ganjang

Bumbu tradisional Korea yang satu ini tidak berbentuk pasta, tapi cairan hitam pekat. Ganjang bisa disebut sebagai kecap asin, karena merupakan fermentasi kacang kedelai putih. Jika doenjang mengambil hasil fermentasi padat, maka ganjang adalah bagian cairan berwarna gelap yang dipisahkan.

Ganjang digunakan dalam berbagai macam hidangan Korea, mulai dari nasi goreng hingga sup. Salah satu makanan yang paling populer menggunakan bumbu ini adalah ganjang gejang yakni kepiting yang difermentasiHidangan ini disebut-sebut menjadi makanan para raja pada masanya.

5. Gochugaru

Gochugaru atau bubuk cabai Korea ini juga tak kalah populernya. Cabai yang dikeringkan lalu dihaluskan ini memegang peranan penting dalam beragam hidangan Korea. Sebut saja kimchi yang tidak sah rasanya jika dibuat tanpa gochugaru. Makanan lain seperti tteokbokki dan jjamppong juga menggunakan bubuk cabai ini.

Kini baik gochugaru, doenjang, hingga gochujang sudah banyak dijual dalam bentuk botolan instan. Kita juga bisa dengan mudah menemukannya di berbagai e-commerce di Indonesia. Kamu bisa membelinya jika ingin membuat hidangan a la Korea di rumah.

Intip resep makanan Korea seperti kimchi di Masak Apa Hari Ini, ya. Jangan lupa untuk upload hasil masakanmu di Instagram dan tag akun @masakapahariini_id. Selamat mencoba!




Source link

Download Our App

app-store-badge
play-store-badge
Order Online Now

Browse Our Menu

Our Most Popular Dishes